Coffee atau Kopi dalam bahasa Indonesia secara luas dikenal sebagai minuman stimulan yang dibuat dari biji kopi. Kopi pertama kali dikonsumsi orang diabad ke 9 didaerah dataran tinggi Ethiopia, dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman lalu diabad ke 15 menyebar ke Armenia, Persia, Turki dan Afrika Utara. [more]
|
Sejarah K |
|
Proses Pengolahan Kopi secara umum
Pemetikan Biji Kopi
Pada saat pohon kopi mulai berproduksi buah, hal tersebut
membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan agar buah menjadi
matang hingga berwarna merah seperti 'buah ceri'. Kopi
tersebut kemudian dipetik dengan tangan. Untuk kualitas kopi
yang terbaik, kopi dipetik jika telah matang serta berwarna
merah ceri. Kopi yang belum matang dibiarkan matang di
dahannya hingga kemudian dapat dipetik. Selama panen,
setiap pohon harus dikunjungi untuk beberapa waktu, hal ini
merupakan metode yang membutuhkan biaya yang lumayan tinggi.
Alternatif lain adalah, para petani memprediksi/menentukan
waktu panen, dan kemudian memetik buah yang telah matang
maupun yang belum matang dari pohonnya secara serentak. Hal
ini dilakukan dengan mendorongkan dahan-dahan tersebut
dengan menggunakan tangan sehingga buah-buahan jatuh ke
dalam sebuah keranjang atau pada kain terpal yang
dibentangkan di bawah pohon. Metode ini lebih efisien, namun
menghasilkan kualitas yang lebih rendah secara keseluruhan.
Persiapan/Penyajian Biji Kopi
Sebelum disangrai, biji kopi harus dikeringkan terlebih
dahulu. Ada dua cara untuk mempersiapkan biji kopi yaitu
dengan metode 'kering' atau dengan metode 'basah'.
Dengan metode kering, biji kopi yang telah dipetik
dibentangkan pada tikar khusus dan biarkan untuk terjemur
sinar matahari selama dua hingga tiga minggu.
Dengan metode 'basah', mesin 'bubur' digunakan untuk
mengambil ampas dari biji kopi tersebut.
Hasilnya disebut "kopi perkamen" kemudian difermentasikan
dan direndam untuk mengeluarkan ampas yang tersisa.
Pemilihan Biji Kopi
Dalam tahap ini, biji kopi berwarna agak sedikit kehijauan,
oleh sebab itu disebut 'biji kopi hijau', yang sebagian
besar tidak memiliki bau atau rasa kopi. Sebelum dipak ke
dalam kantung dan dikirim ke seluruh dunia, kopi hijau
dipilih, disusun berdasarkan tingkatannya dan diperiksa
untuk memastikan kualitasnya. Stinkers, blacks, sours dan
foxes adalah beberapa kriteria dari biji kopi yang tidak
sempurna.
Campuran
Prosedur pencicipan rasa dan pencampuran kopi merupakan
bagian yang kompleks. Setiap pembuat kopi menjalankan
pencampuran kopinya secara ketat.
Semua ini bergantung pada keahlian kelompok pencampuaran
kopi guna memastikan kualitas serta cita rasa kopi yang
mereka produksi bersifat konsisten sepanjang tahun.
Pembakaran Biji Kopi
Sebagaimana yang kita ketahui biji kopi hijau yang
digongseng tidak akan menyebabkan hilangnya aroma serta cita
rasa pada kopi tersebut. Bergantung pada peralatan pembakaran dan rasa yang ingin dihasilkan dari kopi yang sedang dibuat, biji kopi hijau biasanya dibakar pada suhu 180°C dan 240°C selama tiga hingga 12 menit.
Penggilingan
Sebelum dimasak, biji kopi yang telah dibakar harus digiling.
Penggilingan pada biji kopi dapat meningkatkan luas
permukaan kopi, sehingga pada saat pembuatannya, penyerapan
rasa pada kopi akan lebih mudah.
Pembuatan kopi agar dapat mudah larut
Kopi yang mudah larut dapat dibuat dengan cara yang sama
seperti kopi yang dimasak dan digiling, yaitu biji
kopi dicampur, dibakar serta digiling. Tunggu kopi segar
yang telah di masak ini menjadi kering, mengeluarkan air dan
Anda akan memperoleh kopi yang mudah larut 100%.
|