About Coffee

Coffee atau Kopi dalam bahasa Indonesia secara luas dikenal sebagai minuman stimulan yang dibuat dari biji kopi. Kopi pertama kali dikonsumsi orang diabad ke 9 didaerah dataran tinggi Ethiopia, dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman lalu diabad ke 15 menyebar ke Armenia, Persia, Turki dan Afrika Utara.       [more]

Artikel Kopi

Sejarah Kopi di Indonesia

      - Kopi di Indonesia

      - Madahiling, Linthong, Gayo

      - Toraja, Kalosi dan Gowa

      - Bali, Flores dan Papua

      - Proses Pengolahan Kopi

Gallery Coffee
Gallery Coffee dari seluruh penjuru dan pelosok Indonesia        [more...]
About Us
Tentang kami dan kenapa kami tertarik dengan "Coffee" [more...]

Welcome to "Kampoeng Coffee" Cafe

Sejarah Kopi di Indonesia

Kopi di Bali, Flores dan Papua

Bali

Didaratan tinggi Kintamani diantara gunung Batukaru dan gunung Agung merupakan tempat yang baik untuk perkebunan kopi di Bali. Banyak petani yang merupakan bagian dari Subak Abian yang berlandaskan filosofi Hindu “Tri Hita Kirana” menanam kopi disini.

Contoh Kopi Bali

Berdasarkan filosofi tersebut, 3 hal utama menuju kebahagiaan adalah Kedekatan diri pada Tuhan, Sesama dan Lingkungan.

Di Bali ada Geographic Indication [GI] yang didukung pemerintah setempat dan menjaga kopi Kintamani dari campuran atau disalahgunakan pihak ketiga.

Secara umum, “Balinese Coffee” diproses secara hati-hati dengan kontrol yang ketat, menggunakan metode pengeringan yang baik sehingga menghasilkan kopi yang manis, lembut dan konsisten dalam mutunya,

Flores

Pulau Flores yang panjangnya hanya 360 mile berlokasi sekitar 200 mile sebelah timur Bali, kondisi tanahnya yang rawan karena sejumlah gunung yang aktif justru sangat ideal untuk tanaman seperti kopi. Kopi Arabica tumbuh diketinggian 1200 – 1800 m dilereng pegunungan dan kopi disini berbau harum seperti wangi coklat.

Papua

Ada 2 daerah di Papua yang terkenal kopinya yaitu dilembah Baliem ditengah pegunungan Jayawijaya dan di lembah Kamu didaerah Nabire dan kedua daerah ini mempunyai ketinggian antara 1400 – 2000 m yang sangat baik buat tumbuhnya jenis kopi arabica. Produksi kedua tempat ini mencapai 320 ton pertahun.