Coffea arabica
adalah spesis coffee yang berasal dari Ethiopia dan Yaman, dikenal
juga sebagai "coffee shrub of Arabia", "mountain coffee"
atau "arabica coffee". Coffea arabica
diketahui sebagai spesis kopi pertama yang ditanam, tumbuh didaerah
barat daya Arab lebih dari 1000 tahun yang lalu.

Coffea arabica
menghasilkan kopi yang lebih baik dibandingkan Coffea canephora [robusta],
Arabica mengandung lebih sedikit Caffeine, tinggi bisa mencapai 9 –
12 meter, bunganya putih dengan garis tengah 10-15 mm, buah kopi
sendiri berdiameter 10-15 mm dan berwarna merah terang terkadang
ungu, biasanya berisikan 2 biji kopi dalam satu buahnya.
Coffea arabica
memerlukan sekitar
7 tahun untuk siap diolah buahnya dengan baik, sangat baik tumbuh
didaerah yang curah hujannya sekitar
1-1.5 meter sepanjang tahun.
Ketinggian tanah juga yang baik sekitar 1300 – 1500 m dpl dengan
ketinggian maksimum 2800 m, tumbuhan ini sangat tahan dengan
temperatur yang rendah asal tidak bersalju, temperatur yang baik
sekitar 20 °C (68 °F).
Dalam perkebunan kopi
biasanya ketinggian pohon kopi dipertahankan sekitar 5m untuk
memudahkan perawatan.
Dua sampai empat tahun
setelah penanaman, Coffea arabica
mulai berkembang kecil, putih dan berbau harum. Wanginya hampir
seperti wangi bunga melati dan sangat indah pemandangannya saat
bunga mulai berkembang tatkala matahari mulai bersinar. Bunga ini
akan berubah menjadi buah kopi yang berwarna hijau tua lalu perlahan
berubah menjadi kuning, merah muda dan akhirnya merah tua berkilat.
Pemetikan buah kopi
biasanya dilakukan secara bertahap menggunakan tenaga manusia agar
bisa diseleksi kematangan dari buah kopi, jangan terlalu muda dan
jangan terlalu tua agar dihasilkan mutu yang terbaik.
Setiap pohon kopi bisa
menghasilkan 0.5-5 kg biji kopi, tergantung dari besar pohonnya dan
bagaimana cuaca pada tahun tersebut, misal curah hujanna cukup atau
tidak dan sebagainya.
Untuk kondisi yang tepat
seperti di Jawa, kopi bisa tumbuh setiap saat dan pemetikan juga
bisa dilakukan secara berkala, di Brazil biasanya panen hanya bisa
dilakukan pada saat musim tertentu saja.
Kopi Arabica mulai diproduksi di Indonesia sejak tahun 1699 didaerah
Jawa dan Sumatra dan dikenal dengan kualitas yang bagus karena
beratnya serta “low acidity” sehingga sangat ideal untuk campuran
kopi yang “high acidity” seperti kopi dari Amerika Tengah dan Afrika
Timur.
Kopi dari spesies
Coffea arabica
memiliki rasa yang kaya daripada
Coffea robusta.
C. arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri
yang unik. Beberapa varietas yang terkenal meliputi:
Kopi Kolombia (Colombian coffee)
- pertama kali diperkenalkan di
Kolombia
pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype,
Caturra,
Typica
dan
Bourbon
ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia
memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi
kedua terbesar di dunia setelah
Brasilia.
Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini
Colombian Milds
— Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia,
Kenya
dan
Tanzania.
Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.
Biji kopi yang belum digoreng dari varietas C. arabica
Costa Rican
Tarrazu
— dari (en)"San
Marcos de Tarrazu valley"
di pegunungan di luar
San José,
Costa Rica.
Guatemala
Huehuetenango
— Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara
Guatemala.
Ethiopian Harrar
— dari
Harar,
Ethiopia
Ethiopian Yirgacheffe
— dari daerah di kota
Yirga Cheffe
di provinsi
Sidamo
(Oromia) di
Ethiopia.
Hawaiian Kona coffee
— ditanam di kaki pegunungan
Hualalai
di distrik
Kona
di
Hawaii.
Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia
adalah gubernur
Oahu
pada tahun 1825.
Jamaican Blue Mountain Coffee
— dari
Blue Mountains
di
Jamaika.
Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.
Kopi Jawa (Java coffee)
— dari pulau
Jawa
di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi
nama identitas untuk kopi.
Kenyan
— terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.
Mexico
- memproduksi biji kopi yang keras.
Mocha
— Kopi dari
Yemen
dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen.Yemeni
coffee traded through the once major port of
Mocha.
Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.
Santos
- dari
Brasilia.
Memiliki tingkat keasaman yang rendah. (en)
[1]
Sumatra
Mandheling
dan
Sumatra
Lintong
— Mandheling dinamakan menurut suku
Batak Mandailing
di
Sumatra utara
di Indonesia.
Lintong
dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara. Sedangkan
Kopi Gayo
berasal dari Dataran Tinggi Gayo — Gayo adalah nama Suku Asli di
Aceh — yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kopi
Gayo disebut-sebut sebagai Organic Coffee terbaik di dunia.
Sulawesi
Toraja Kalosi
— Ditanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi.
Kalosi
adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat
pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya.
Toraja
adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi
dari Sulawesi ini memiliki aroma yang kaya, tingkat keasaman yang
seimbang (agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatra) dan memiliki
ciri yang multidimensional. Warnanya coklat tua. Kopi ini cocok
untuk digoreng hingga warnanya gelap. Karena proses produksinya,
kopi ini dapat mengering secara tidak teratur. Walau demikian biji
yang bentuknya tidak teratur ini dapat memperkaya rasanya.
Tanzania Peaberry
— di tanam di
Gunung Kilimanjaro
di
Tanzania.
"Peaberry" artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah.
Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh
secara alami pada 10% dari hasil panen kopi.
Uganda
- Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada juga kopi
arabica berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu.